Pati – Hamparan lahan pertanian di Desa Godo, Kecamatan Winong, menjadi saksi kehangatan hubungan antara petani dan prajurit TNI dalam program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati. Di tengah tanaman terong Jepang yang mulai berbuah, aktivitas bertani tak lagi terasa sepi bagi para petani setempat.
Sumardi (50), salah satu petani, mengaku merasakan suasana berbeda sejak kehadiran Satgas TMMD di desanya. Rutinitas yang biasanya dijalani seorang diri kini terasa lebih hidup dengan adanya interaksi bersama prajurit TNI yang kerap menyambangi lahan pertanian.

“Sekarang jadi lebih semangat. Kadang sambil kerja bisa ngobrol, jadi tidak terasa capek,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Sumardi, obrolan yang terjalin bukan sekadar basa-basi. Ia dan prajurit TNI sering berbagi cerita tentang kondisi pertanian, mulai dari harga pupuk, hasil panen, hingga tantangan yang dihadapi di lapangan.
Kehadiran Satgas TMMD melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos) ini memberikan dampak positif bagi petani. Selain merasa diperhatikan, para petani juga mendapatkan motivasi baru dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, anggota Satgas TMMD, Sertu Suparsono, menyampaikan bahwa kegiatan komsos menjadi sarana untuk memahami langsung kehidupan masyarakat, khususnya petani.
“Kami ingin hadir bukan hanya saat pembangunan, tetapi juga dalam keseharian warga. Dari sini kami bisa tahu apa yang mereka butuhkan,” katanya.
Program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat. Di lahan pertanian Desa Godo, hubungan itu tumbuh dari interaksi sederhana yang menghadirkan semangat baru bagi para petani.









