Jakarta Pusat – Polsek Kemayoran terus memperkuat langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada jam-jam yang dinilai rawan, khususnya saat pelajar pulang sekolah dan masyarakat mulai padat beraktivitas, personel kepolisian hadir langsung di lapangan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas sebelum terjadi.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Patroli Kewilayahan dan Strong Point Sore Hari yang dilaksanakan jajaran Polsek Kemayoran pada Senin (10/8/2026), mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.

Patroli dipimpin Ipda Firman M. (Maya 5) bersama Aipda Parhan R. (Maya 5.2) dengan menyusuri sejumlah jalur di wilayah hukum Polsek Kemayoran, di antaranya Jl. Casa, Jl. Benyamin Sueb, Jl. Angkasa, hingga Jl. HBR Motik, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut difokuskan untuk mengantisipasi curat, curas, curanmor, tawuran antar pelajar pada jam pulang sekolah, serta berbagai bentuk kejahatan jalanan dan gangguan kamtibmas lainnya.
Kehadiran personel di titik-titik strategis menjadi pesan tegas bahwa ruang publik harus tetap aman dan tidak boleh dimanfaatkan untuk melakukan aksi yang mengganggu ketertiban maupun meresahkan masyarakat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H., menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah penting dalam menjaga situasi kamtibmas.
“Polri tidak menunggu gangguan terjadi baru bertindak. Kehadiran personel di lapangan merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan sejak dini. Kami ingin masyarakat, termasuk para pelajar, dapat beraktivitas dan kembali ke rumah dengan aman,” tegas Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H.
Ia menambahkan bahwa patroli pada jam rawan akan terus dilakukan secara konsisten dengan mengedepankan tindakan yang terukur, humanis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kapolsek Kemayoran Kompol Dr. Agung Ardiyansyah, S.H., M.H., mengatakan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap potensi tawuran pelajar dan kejahatan jalanan yang dapat muncul pada sore hari.
“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi tawuran atau kejahatan baru kemudian bergerak. Personel kami hadir lebih awal, melakukan patroli dan strong point di jalur yang dinilai rawan. Tujuannya jelas, yaitu mencegah, memberikan rasa aman, dan memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” ujar Kompol Dr. Agung Ardiyansyah, S.H., M.H.
Menurutnya, kehadiran polisi bukan semata-mata untuk melakukan pengawasan, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat, termasuk para pelajar yang sedang dalam perjalanan pulang.
Personel juga melakukan pemantauan terhadap situasi lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sepanjang rute patroli. Apabila ditemukan adanya potensi gangguan kamtibmas, anggota diarahkan untuk segera melakukan langkah pencegahan dan penanganan sesuai situasi di lapangan.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)









