Jakarta Pusat – Menjaga keamanan bukan semata-mata tugas polisi. Di tengah masyarakat, kepedulian warga menjadi kekuatan penting untuk mencegah gangguan kamtibmas sejak dini. Semangat tersebut terus dibangun Polsek Kemayoran melalui pembinaan berkelanjutan Sabuk Kamtibmas bersama pengemudi ojek online (ojol), organisasi masyarakat, dan warga.
Kegiatan pembinaan berlangsung pada Kamis (27/8/2026) pukul 15.00 WIB hingga selesai di Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 orang.

Pembinaan dipimpin Wakapolsek Kemayoran IPTU Sahuri Saputro bersama Kanit Binmas AKP Sutono. Kegiatan turut melibatkan Pemuda Pancasila, Pokdarkamtibmas, serta warga sekitar Polsek Kemayoran.
Dalam pembinaan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai Sabuk Kamtibmas sebagai sistem pengamanan lingkungan berbasis masyarakat. Melalui wadah tersebut, masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam melakukan deteksi dini, bertukar informasi, serta membangun komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian.
Sabuk Kamtibmas juga diarahkan untuk membantu mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, seperti tawuran, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan kejahatan jalanan lainnya.
Wakapolsek Kemayoran IPTU Sahuri Saputro mengatakan, keamanan akan semakin kuat ketika polisi dan masyarakat saling percaya serta membangun komunikasi secara berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi objek pengamanan, tetapi menjadi bagian dari kekuatan untuk menjaga lingkungannya. Melalui Sabuk Kamtibmas, setiap informasi dan potensi gangguan dapat dikomunikasikan lebih cepat kepada kepolisian,” ujar Sahuri.
Dalam kesempatan tersebut, polisi juga menyampaikan imbauan agar masyarakat dan pengemudi ojol tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan di media sosial terkait aksi demonstrasi yang sedang berkembang.
Peserta diminta bijak menerima dan menyebarkan informasi serta tidak meneruskan kabar yang belum dipastikan kebenarannya. Masyarakat juga diajak menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H. mengatakan, sinergi dengan masyarakat merupakan bagian penting dari strategi Polri dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan.
“Kekuatan Polri bukan hanya terletak pada personel, tetapi juga pada kepercayaan dan kemitraan dengan masyarakat. Ketika polisi dan masyarakat saling peduli, potensi gangguan dapat dideteksi lebih awal dan dicegah bersama,” ujar Reynold.
Menurut Reynold, pengemudi ojol memiliki peran strategis karena mobilitasnya tinggi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Informasi yang mereka temukan di lapangan dapat menjadi bagian dari upaya deteksi dini apabila disampaikan melalui jalur yang tepat.
Sementara itu, Kapolsek Kemayoran Kompol Bambang Santoso, S.H., M.H. menegaskan bahwa pembinaan kepada masyarakat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami akan terus merangkul seluruh elemen masyarakat. Ojol, ormas, Pokdarkamtibmas dan warga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan. Mari kita jadikan kepedulian sebagai kekuatan bersama untuk menjaga Kemayoran tetap aman dan kondusif,” kata Bambang.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Polsek Kemayoran juga memberikan bantuan sosial berupa beras seberat 5 kilogram kepada masing-masing peserta kegiatan.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga melalui kepedulian sosial.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)









