Jakarta – Polsek Senen, Jakarta Pusat, meningkatkan kegiatan sambang dan cooling system ke sejumlah sekolah pada Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengantisipasi keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi berujung anarkis.
Kapolsek Senen Kompol Martua Malau bersama jajaran Bhabinkamtibmas menyambangi sejumlah SMA dan SMK di wilayah Kecamatan Senen. Dalam kegiatan tersebut, polisi berkoordinasi dengan kepala sekolah, guru, bagian kesiswaan, hingga perwakilan siswa.

Sekolah yang dikunjungi antara lain SMKN 34 Jakarta, SMK Sint Joseph, SMK Advent 1 Jakarta, SMA Muhammadiyah 16 Pagi, SMA Santo Fransiskus, SMK Santo Fransiskus, SMA Muhammadiyah 1 Jakarta, SMK Muhammadiyah 10, serta SMK Farmasi Tunas Bangsa.
Polisi meminta pihak sekolah berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas siswa, termasuk setelah jam sekolah. Salah satu upaya yang didorong yakni pemanfaatan grup WhatsApp kelas untuk memantau keberadaan dan aktivitas siswa setelah meninggalkan sekolah.
“Kepolisian Sektor Senen akan selalu bekerja sama dengan pihak sekolah. Pihak sekolah juga harus berperan aktif melakukan kontrol terhadap murid melalui media elektronik atau handphone, termasuk melalui grup WhatsApp pada saat siswa pulang sekolah,” demikian poin imbauan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, polisi mengingatkan pihak sekolah dan siswa agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi atau hoaks. Para pelajar juga diimbau tidak terprovokasi oleh ajakan mengikuti aksi unjuk rasa yang dapat mengarah pada tindakan anarkis.
Polisi juga meminta pihak sekolah segera menginformasikan apabila mengetahui adanya titik kumpul pelajar yang diduga hendak mengikuti aksi unjuk rasa. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini dan pencegahan dini guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.Dalam salah satu kunjungan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Senen juga memberikan edukasi mengenai potensi risiko bagi siswa apabila terlibat dalam kegiatan atau ajakan negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun pihak sekolah.
Polisi menekankan bahwa menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sekolah, guru, orang tua, dan siswa diharapkan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Kapolsek Senen bersama jajarannya juga mengingatkan agar setiap persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah dapat segera dikoordinasikan dengan kepolisian.
“Jika membutuhkan bantuan polisi, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian melalui Call Center 110, Polsek Senen maupun Bhabinkamtibmas setempat.”
Rangkaian kegiatan sambang dan patroli tersebut berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. Polisi memastikan koordinasi dengan pihak sekolah akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan serta keselamatan para pelajar di wilayah hukum Polsek Senen.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)









