JAKARTA — Kepedulian terhadap penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPC Jakarta Timur melalui aksi penggalangan dan penyaluran bantuan kemanusiaan.
Bantuan yang berasal dari para donatur dan masyarakat tersebut disalurkan ke Post Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, untuk selanjutnya mendukung kebutuhan masyarakat terdampak gempa di wilayah Flores, NTT.

Ketua GPIB DPC Jakarta Timur, Bapak Mohamad Amin, mengatakan gerakan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat NTT setelah gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Menurut Bapak Amin, kepedulian terhadap korban bencana harus dilakukan secara nyata. Terlebih, anak-anak yang terdampak harus mendapatkan perhatian agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan.
“Bangunan boleh runtuh, namun mental mereka jangan sampai runtuh. Itulah motivasi GPIB, supaya mereka bersekolah lagi,” ujar Bapak Mohamad Amin.
Ia menegaskan, GPIB DPC Jakarta Timur akan terus mendorong gerakan sosial dengan melibatkan masyarakat, pelaku usaha, dan para donatur.
Dalam kegiatan tersebut, Bapak Finawan Ateng memberikan 480 pcs sari kacang hijau dan 200 pcs celana dalam baru.
Kemudian Bapak Kiki Irawan menyumbangkan 14 dus mie instan, sedangkan Bapak Sosidjono memberikan tujuh dus mie instan.
Sementara itu, Bapak David menyumbangkan 12 dus air mineral. Dukungan masyarakat juga diwujudkan melalui sumbangan 50 set pakaian sekolah baru untuk anak-anak jenjang SD, SMP, dan SMA.
Bantuan tersebut diterima oleh Ibu Winda, Koordinator BNPB Bantuan Gempa Bumi NTT.
Ibu Winda menyampaikan apresiasi kepada GPIB DPC Jakarta Timur dan seluruh pihak yang telah ikut membantu.
“Alhamdulillah kami sudah terima dengan baik dan semoga bisa meringankan saudara-saudara kita yang ada di NTT. Kami sangat mengapresiasi dan bersyukur atas kepedulian dari teman-teman GPIB,” ujar Ibu Winda.
Menurut Ibu Winda, kebutuhan penyintas masih cukup banyak pada masa transisi darurat. Selain kebutuhan pokok, bantuan yang berkaitan dengan pendidikan anak juga sangat diperlukan.
“Beberapa kebutuhan mendesak seperti pakaian anak sekolah, alat tulis, buku bacaan. Itu memang kami perlukan di masa-masa transisi darurat seperti ini,” katanya.
Ibu Winda juga berharap solidaritas masyarakat terhadap penyintas gempa terus tumbuh sehingga kebutuhan di lapangan dapat terpenuhi secara bertahap.
Kegiatan penyaluran bantuan turut dihadiri Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Bapak Edy Dwiyanto, S.E., Ketua GPIB DPC Jakarta Timur Bapak Mohamad Amin, serta pengurus DPC GPIB Jakarta Timur, Ibu Monfris bagian Kelembagaan dan Ibu Sri Rejeki selaku Bendahara.
GPIB DPC Jakarta Timur menilai pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana. Karena itu, bantuan pakaian sekolah dan dukungan terhadap kebutuhan pendidikan menjadi pesan bahwa anak-anak NTT tetap memiliki masa depan meski tengah menghadapi situasi sulit.
Solidaritas hari ini diharapkan menjadi energi bagi anak-anak penyintas untuk kembali bangkit, kembali belajar, dan kembali menatap masa depan.









