Jakarta Pusat– Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Metro Tanah Abang menggelar kegiatan sambang, monitoring, sekaligus pengecekan kehadiran siswa di SMK Dental Asisten Sekesal Hang Tuah Jakarta, Jalan Bendungan Jatiluhur, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga kondusivitas wilayah serta memastikan kedisiplinan para pelajar.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H. menyampaikan bahwa monitoring ini dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Metro Tanah Abang Kompol Ponco Ningsih bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bendungan Hilir Aiptu Heri Murgianta, S.H. Di lokasi, petugas berkoordinasi langsung dengan pihak wali kelas, guru kesiswaan, serta Kepala Tata Usaha Sertu Aryo.

“Personel jajaran Polsek Metro Tanah Abang melaksanakan sambang dan mendata kehadiran para siswa di sekolah tersebut. Langkah ini dilakukan sekaligus untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para guru dan pengurus sekolah,” ujar Reynold dalam keterangannya, Kamis.
Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo, S.I.K., M.I.K. menerangkan bahwa berdasarkan hasil pendataan di lapangan, kehadiran siswa di tiap tingkatan kelas terpantau tertib. Dari total 53 siswa kelas 10, sebanyak 50 siswa hadir dan 3 orang tidak masuk karena sakit. Untuk kelas 11, dari total 64 siswa, hadir 55 orang, 5 sakit, serta 4 orang izin. Sedangkan untuk kelas 12, sebanyak 36 siswa hadir dan 2 orang sakit dari total 38 siswa.
Dhimas menegaskan bahwa seluruh ketidakhadiran siswa telah dikonfirmasi oleh masing-masing wali kelas kepada pihak orang tua dan dilaporkan ke pihak wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Selain itu, bagi siswa yang sakit maupun izin, pihak Dinas Pendidikan mewajibkan pelaporan mandiri menggunakan foto dengan fitur timestamp camera pada pagi, siang, dan sore hari guna memastikannya tetap berada di rumah.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas kepada jajaran tenaga pendidik. Para guru diminta memantau ketat anak didiknya agar tidak terpengaruh ajakan unjuk rasa maupun aksi tawuran antar-pelajar, serta mengingatkan pentingnya menyaring informasi agar tidak mudah terhasut berita bohong (hoax). Pihak sekolah juga diimbau mengingatkan orang tua agar menjemput putra-putrinya seusai jam sekolah demi memastikan keamanan mereka. Jika membutuhkan kehadiran atau bantuan kepolisian, pihak sekolah dapat menghubungi Bhabinkamtibmas setempat maupun layanan Call Center 110. Kegiatan tersebut berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)








