Jakarta Pusat – Kepedulian tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Terkadang, uluran tangan sederhana yang diberikan dengan tulus mampu menghadirkan harapan dan ketenangan bagi seseorang yang sedang membutuhkan bantuan. Semangat inilah yang ditunjukkan personel Polsek Kemayoran, Polres Metro Jakarta Pusat, IPDA Frans Alberto Manurung, S.H., bersama anggota Reskrim BRIPDA Ricky Tanjung, pada Jumat (30/10/2026).
Kedua anggota Polri tersebut membantu seorang ibu yang hendak kembali ke kampung halamannya di Brebes, Jawa Tengah. Tidak hanya mengantarkan ibu tersebut ke Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, IPDA Frans Alberto Manurung, S.H., selaku KA SPKT Unit 3, bersama BRIPDA Ricky Tanjung juga membelikan tiket kereta api agar sang ibu dapat melanjutkan perjalanan pulang.

Tindakan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Di tengah pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, anggota Polri juga menunjukkan bahwa kehadiran polisi memiliki makna lebih luas, yakni memberikan pertolongan, menumbuhkan rasa aman, dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat KOMBES POL Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H., menekankan pentingnya kehadiran Polri yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pelayanan yang humanis dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, tindakan sederhana yang dilakukan dengan ketulusan dapat memberikan dampak positif dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Karena itu, setiap personel diharapkan memiliki kepekaan sosial serta senantiasa siap membantu warga yang membutuhkan pertolongan.
Sementara itu, Kapolsek Kemayoran KOMPOL Bambang Santoso, S.H., M.H., CPHR, mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan anggotanya. Ia menegaskan bahwa semangat melayani masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, sikap ramah, dan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui kegiatan pengamanan, tetapi juga melalui interaksi yang penuh empati dan kesediaan untuk membantu warga dalam menghadapi kesulitan.
Apa yang dilakukan IPDA Frans Alberto Manurung, S.H., dan BRIPDA Ricky Tanjung menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak selalu diukur dari besarnya tindakan, tetapi juga dari ketulusan dalam memberikan bantuan.
Mengantarkan seorang ibu ke stasiun dan membelikan tiket kereta mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi orang yang menerima pertolongan, tindakan tersebut dapat menjadi pengalaman yang membekas dan menghadirkan rasa bahwa dirinya tidak sendirian ketika menghadapi kesulitan.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)








