Bireuen – Sebagai upaya berkelanjutan dalam menumbuhkan dan memperkuat budaya literasi sejak usia dini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen menggelar Pelatihan Menulis Kreatif bagi siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa dari berbagai SMP se-Kabupaten Bireuen.
Pelatihan yang dilaksanakan oleh Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Disdikbud Bireuen tersebut berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu, 16–17 Desember 2025, bertempat di Aula SPNF-SKB Disdikbud Bireuen. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan motivasi, minat, serta keterampilan siswa dalam menulis kreatif secara terarah dan berkesinambungan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, yang diwakili oleh Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikbud Bireuen, Anita Fonna, S.S., M.M. Dalam sambutannya, Anita menegaskan bahwa pelatihan menulis kreatif merupakan sarana strategis dalam membentuk generasi muda yang cakap berbahasa, berdaya pikir kritis, dan mampu mengekspresikan gagasan secara positif dan konstruktif.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan karya tulis yang orisinal, ekspresif, dan bernilai. Menulis kreatif tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa, tetapi juga memperluas imajinasi, memperkaya wawasan, serta melatih kepekaan rasa dan daya nalar,” ujar Anita.
Ia menambahkan, keterampilan menulis kreatif turut berperan dalam melatih kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta membantu siswa menyalurkan emosi dan perasaan secara sehat. Selain itu, kegiatan ini diyakini dapat membangun rasa percaya diri, empati, serta membuka peluang pengembangan potensi dan karier di masa depan.
Anita Fonna juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Terima kasih kepada para narasumber, pihak sekolah, panitia, peserta, serta semua pihak yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran demi kesuksesan pelatihan ini,” ucapnya.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikbud Bireuen sekaligus panitia kegiatan, Sofyan, S.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 100 siswa SMP dari berbagai sekolah di Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peserta menggali potensi kreatif dalam diri, mengembangkan imajinasi, serta melatih kemampuan menuangkan gagasan menjadi karya tulis yang utuh, menarik, dan bermakna.
“Peserta dibekali kaidah penulisan yang baik, mulai dari penggunaan ejaan, penyusunan struktur kalimat, pengembangan alur cerita, hingga pembentukan karakter. Mereka juga diajak untuk menemukan serta mengolah ide dari pengalaman pribadi maupun dari alam bawah sadar,” jelas Sofyan.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Aceh, yakni Ibrahim Sembiring, S.S., dan Nurhaida, S.Pd. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan cerpen, ciri dan unsur intrinsik cerpen, tujuan serta langkah-langkah menulis cerpen, hingga materi kepenulisan puisi yang meliputi hakikat puisi, makna puisi, aspek lahiriah dan batiniah, serta proses kreatif dalam penulisan puisi.
Pelatihan Menulis Kreatif ini didanai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2025. Diharapkan, melalui pelatihan ini, para peserta mampu menuangkan ide, gagasan, dan isi pikirannya secara tertulis, baik dalam bentuk jurnal pribadi, puisi, maupun cerpen, sebagai bekal penguatan literasi dan pengembangan diri di masa mendatang.( Hendra)









