Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan

Penyuluhan Anti-Bullying Digelar di SMAN 53 Jakarta, Didukung Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta dan Gerakan Pendidikan Indonesia Baru DPW DKI Jakarta

badge-check


					Penyuluhan Anti-Bullying Digelar di SMAN 53 Jakarta, Didukung Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta dan Gerakan Pendidikan Indonesia Baru DPW DKI Jakarta Perbesar

Jakarta, Jumat, 12 Desember 2025 – SMAN 53 Jakarta menjadi tuan rumah penyuluhan anti-bullying & kekerasan (PABK) yang diselenggarakan bersama oleh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta serta Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta dan
DPC.GPIB Jakarta Timur. Kegiatan yang diikuti oleh siswa siswi Kelas 10, dan 11 ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang bahaya bullying dan membangun lingkungan sekolah yang aman serta inklusif.

Selama penyuluhan, Bapak Handoko M, S.K.M., M.E narasumber dari Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta menjelaskan bentuk-bentuk bullying (fisik, verbal, dan cyber) serta dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis korban. Mereka juga memberikan tips praktis bagaimana menghindari, mengidentifikasi, dan melaporkan kasus bullying kepada pihak yang berwenang.

Roadshow semacam ini diwacanakan akan dilaksanakan kontinue di adakan di sekolah sekolah di Provinsi DKI Jakarta.

Selain dihadiri oleh Bapak Handoko M, S.K.M., M.E didampingi pak Yudha kepala sub klompok penangan konflik sosial dari Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta turut hadir juga Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang, Departemen kurikulum DPP GPIB Bintang Mahaputra, Wakil Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Dani Hendro,
Ketua DPC.GPIB Jakarta Timur Muhammad Amin,SE, wakil ketua DPC GPIB JKT TIMUR
Pak Edy Dwiyanto,SE
Panitia PABK Nani Wijaya , Yenti.

Selain penyuluhan tentang bahaya bullying, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan interaktif melalui sesi tanya jawab antara siswa-siswi SMAN 53 dengan narasumber. Para pelajar terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar mekanisme pelaporan kasus bullying, cara membantu teman yang menjadi korban, hingga
strategi membangun keberanian untuk bersuara.

“Kegiatan anti bullying di sekolah SMA 53 ini untuk menghadiri undangan dari teman-teman Gerakan Pendidikan Indonesia Baru DKI Jakarta. Dalam kaitannya memberikan pemahaman edukasi sosialisasi terkait anti bullying dan kekerasan di lingkungan serta pendidikan sekolah dan sekolah yang dipilih dan ditetapkan sebagai Lokasi ada di SMA 53 Jakarta, dilihat dari tadi disampaikan bahwa sekolah ini secara umum tidak ada kasus ataupun kekerasan yang menyangkut siswa maupun tenaga pendidik, sehingga kami melihat bahwa ini menjadi suatu bagian bagaimana sekolah bisa menjadi tempat yang aman nyaman dan selamat buat siswa, karena tanggung jawab itu harus diambil oleh masyarakat,orang tua dan juga guru jadi positif,”tutur Handoko M, S.K.M., M.E dari Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta saat ditemui awak setelah acara roadshow, Jumat, (12/12/2025).

Dia lebih lanjut menyampaikan bahwa bagaimana harapan dari tujuan dari pendidikan itu sendiri bisa dicapai kami Kesbangpol dalam hal ini selalu memberikan support terhadap hal-hal yang mendukung bagaimana nanti anak-anak kita sebagai generasi penerus tentu saja yang mendapatkan tongkat estafet menjadi bangsa yang kuat dan tangguh di Indonesia Emas 2045.

Ditempat yang sama Ketua Umum DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) mengatakan Bullying dan kekerasan perlu dicegah

” penyuluhan anti bullying dan kekerasan
Kerjasama kesbangpol provinsi DKI Jakarta saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Handoko, kepada Kepala Sekolah yang diwakili oleh Pak Yosef , pak Dolly dan ibu Retno selaku Wakil Kepala Sekolah dan juga kepada semua tim dari GPIB, baru saja selesai melaksanakan penyuluhan, di mohon kedepannya tetap bersinergi, kerjasama yang baik antara GPIB dengan Kesbangpol, dalam rangka anak-anak kita di sekolah-sekolah, kami programkan kepada DPW DKI Jakarta untuk ada penyuluhan bullying, dan syukur Alhamdulillah bahwa di SMAN 53 ini sekolah pertama sebagai sekolah laboratorium Pancasila, akhlak dan karakter benar-benar diterapkan di sini,”terang Agung Karang.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 53 Bapak Yosef yang mewakili Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta Dra.Herawati Sihombing,M.Pd ke awak media juga menyampaikan, “Kita sebagai pemerintah hadir dalam masalah ini anti bulling. Bagaimana peran serta masyarakat dalam hal ini lewat GPIB tentu saja dan semua elemen masyarakat yang saling mendukung, Nggak bisa kita bekerja sendiri, kalau mengatasi persoalan ini dan kedepannya sinergi ini harus tetap dijadikan suatu hal yang mungkin,” ucap Yosef Wakil Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta.

“Kemitraan terus antara semua Organisasi dalam mendukung bagaimana menciptakan kondisi sekolah, terutama di DKI Jakarta, khususnya bisa lebih kondusif lagi, bisa menciptakan tadi, aman, nyaman dan ramah buat anak sekolah dan tercipta juga sekolah yang berprestasi unggul dalam hal akademis,”tandasnya.

Di akhir acara diberikan piagam penghargaan dari Organisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta yang diserahkan oleh Ketua umum GPIB Ir. Agung Karang kepada Bapak Handoko dari Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta dan kepada Kepala sekolah SMA Negeri 53 Jakarta Dra.Herawati Sihombing,M.Pd yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan Bapak Dolly dan Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum Bapak Yosef dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerjasama SMAN 11 dan PPKD Jakarta Timur Masuk Angkatan Ke-27 Tahun 2026

6 Februari 2026 - 07:36 WIB

GPIB Gelar Sosialisasi, Dorong Kolaborasi Orang Tua-Anak Hadapi TKA dan AI

5 Februari 2026 - 14:00 WIB

Rapat DPP GPIB: Persiapan Sosialisasi Pendidikan untuk 300 Peserta dari Berbagai Elemen

1 Februari 2026 - 01:13 WIB

SMAN 53 Jakarta Timur Kolaborasi dengan GPIB Salurkan Bantuan untuk Pelajar Terdampak Banjir Bandang di Aceh

19 Januari 2026 - 11:53 WIB

SMPN 192 Jakarta Timur Deklarasikan Tri Ber School, Perkenalkan Kepala Sekolah Baru

14 Januari 2026 - 14:07 WIB

Trending di Pendidikan