Jakarta – Aksi pemerasan disertai ancaman terhadap pedagang di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. viral di media sosial. Dalam video yang beredar, pelaku terlihat memalak pedagang hingga merusak barang dagangan, memicu keresahan warga.
Awal mulanya pelaku yang viral diamankan adanya peristiwa terjadi di warung kopi Berkah di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Fachrudin, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 23.40 WIB.

Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan tiga orang pelaku berinisial TDT (26), DA (36), dan OP (36) yang merupakan warga setempat.
Pelaku tersebut viral juga dimedia sosial dengan memaksa meminta uang keamanan kepada pedagang tukang bakso dengan memecahkan mangkok.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, KBP Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan para pelaku melakukan pemerasan dengan modus meminta uang keamanan kepada pedagang.
“Pelaku meminta uang jatah keamanan sebesar Rp300 ribu kepada korban sambil mengancam akan menusuk apabila tidak diberikan. Ini jelas tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat,” ujar Reynold dalam keterangannya.
Korban seorang tukang kopi dan salah satunya yang viral diketahui merupakan pedagang bakso yang tengah berjualan saat kejadian. Aksi para pelaku juga sempat terekam dalam video, termasuk saat salah satu pelaku memecahkan mangkuk milik pedagang bakso di lokasi.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo, menjelaskan bahwa pihaknya langsung merespons laporan warga dengan mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan pengurus lingkungan.
“Setelah menerima informasi, anggota langsung bergerak ke TKP dan melakukan penyelidikan. Ketiga pelaku berhasil kami amankan dan dibawa ke Polsek untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Dhimas.
Dari hasil penindakan, polisi turut menyita barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan untuk mengancam korban. Selain itu, hasil tes urine menunjukkan ketiga pelaku positif mengonsumsi narkotika jenis sabu.
Saat ini, para pelaku telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut, termasuk pengembangan kasus terkait penyalahgunaan narkoba.
Kapolres menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aksi premanisme di wilayah hukumnya.
“Kami pastikan setiap bentuk premanisme akan ditindak tegas. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan tindakan serupa,” tegasnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melapor apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)









