Pati, Jawa Tengah – Di tengah derap langkah pembangunan yang dilakukan Satgas TMMD ke-128 Kodim Pati di Desa Godo, Kecamatan Winong, ada satu pemandangan yang menghadirkan nuansa berbeda. Bukan sekadar deru alat bangunan atau aktivitas fisik prajurit di lapangan, melainkan suasana khusyuk sebuah majelis dzikir yang dipimpin langsung oleh seorang perwira TNI.
Ia adalah Danton SSK Satgas TMMD ke-128, Letda Inf Ali Sadikin. Di balik seragam loreng dan disiplin militer yang melekat dalam kesehariannya, tersimpan sisi lain yang membuatnya begitu dekat dengan masyarakat: kemampuan memimpin dzikir, manaqib, sekaligus menyampaikan tausiyah keagamaan.

Sabtu (16/05/2026) itu, di salah satu sudut Desa Godo, warga berkumpul dalam sebuah majelis sederhana. Lantunan dzikir mengalun pelan, menyatu dengan suasana pedesaan yang tenang. Di tengah lingkaran jamaah, Letda Ali duduk bersama warga, memandu doa dan menghidupkan suasana religius yang terasa hangat dan bersahaja.
Tidak ada jarak antara prajurit dan masyarakat. Yang tampak justru kedekatan yang tumbuh alami—dari gotong royong membangun desa hingga kebersamaan dalam menguatkan spiritualitas.
Bagi warga, kehadiran sosok seperti Letda Ali memberi kesan tersendiri. TMMD tidak hanya dipahami sebagai program pembangunan fisik, tetapi juga ruang pertemuan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan yang menyentuh hati masyarakat desa.
Dalam tausiyah singkatnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, memperkuat iman, serta menjadikan gotong royong sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pesan itu mengalir sederhana, tanpa sekat formalitas, namun justru mengena di hati para jamaah.
Di luar kegiatan majelis, Letda Ali tetap menjalankan tugasnya sebagai komandan lapangan TMMD. Ia memimpin prajurit, mengawasi pembangunan, dan memastikan setiap program berjalan sesuai rencana. Namun di sela kesibukan itu, ia juga hadir sebagai bagian dari masyarakat—ikut duduk, berdoa, dan berbagi ketenangan bersama warga Desa Godo.
Sosoknya menjadi gambaran kecil bagaimana TMMD bukan hanya tentang membangun jalan atau jembatan, tetapi juga membangun ikatan batin antara TNI dan rakyat. Sebuah pengabdian yang tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi juga tumbuh dalam ruang-ruang spiritual yang sunyi namun bermakna.









