Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan

Hari Kebangkitan Nasional 2026, GPIB dan RPABI Bersatu Bangun Pendidikan Nasional

badge-check

Hari Kebangkitan Nasional 2026, GPIB dan RPABI Bersatu Bangun Pendidikan Nasional Perbesar

Jakarta, 20 Mei 2026 — Momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi tonggak penting bagi dunia pendidikan Indonesia. Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rumah Relawan Pendidikan Anak Bangsa Indonesia (RPABI), Rabu (20/5/2026).

Kegiatan penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Bumi Jatiwaringin Blok F No.7, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, mulai pukul 14.00 WIB.

Kolaborasi antara GPIB dan RPABI ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemerataan pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan akses pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi anak-anak bangsa.

Hadir dalam kegiatan tersebut dari pihak GPIB di antaranya:

Ir. Agung Karang — Ketua Umum GPIB
Marsahid — Departemen OKK DPP GPIB
Hartadi, SH., MH — Departemen Hukum & Advokasi DPP GPIB
Edy Dwiyanto, SE

Sementara dari pihak RPABI hadir:

Ustad Farzain — Ketua Pengawas RPABI
Rahmien Liomintono — Ketua Umum RPABI
Galih Kusuma Jaya

Ketua Umum GPIB, Ir. Agung Karang, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi momentum bersejarah yang bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

“Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2026, Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) melakukan kerja sama MoU dengan Rumah Relawan Pendidikan Anak Bangsa Indonesia (RPABI). Hari bersejarah ini semoga menjadi momentum untuk memajukan pendidikan di Indonesia menuju Indonesia Emas,” ujar Ir. Agung Karang.

Sementara itu, Ketua Umum RPABI, Rahmien Liomintono, menegaskan bahwa kolaborasi ini lahir dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masa depan pendidikan Indonesia.

“RPABI adalah organisasi yang digerakkan oleh para relawan. Kami mungkin tidak memiliki latar belakang pendidikan formal seperti rekan-rekan di GPIB, namun kami memiliki semangat, kepedulian, dan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat serta menjembatani akses pendidikan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Rahmien.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat lahir dari kolaborasi antara relawan dan profesional pendidikan.

“Ketika niat baik bertemu dengan keahlian, ketika semangat relawan berpadu dengan profesionalisme pendidikan, di situlah lahir dampak nyata bagi masa depan Indonesia. Kami berharap melalui MoU ini, RPABI dan GPIB dapat saling melengkapi, memperluas jangkauan, memperkuat kualitas, dan mempercepat pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Rahmien juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan aksi nyata dalam membangun pendidikan nasional.

“Mari kita wujudkan bersama akses pendidikan yang merata dengan aksi nyata. Tuhan Maha Tahu, tetapi dunia juga perlu mengetahui kegiatan positif yang kita lakukan, bukan untuk pamer, melainkan agar semakin banyak pihak tergerak untuk peduli terhadap pendidikan anak bangsa,” tutupnya.

Kerja sama antara GPIB dan RPABI ini diharapkan mampu menjadi energi baru dalam membangun ekosistem pendidikan nasional yang lebih kuat, adaptif, dan berpihak kepada generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Edy Dwiyanto Pimpin GPIB DKI Jakarta, Konsolidasi dan Pendidikan Jadi Prioritas

23 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Ratusan Alumni SMAN 11 Jakarta Angkatan 2007 Reuni, Bangun Solidaritas dan Jaringan Kepedulian

26 Juli 2026 - 13:54 WIB

MPLS SDN Bambu Apus 03 Perkuat Karakter dan Disiplin Siswa

17 Juli 2026 - 09:40 WIB

SMAN 53 Jakarta Tanamkan Karakter Anti Narkoba kepada 250 Peserta Didik Baru

15 Juli 2026 - 11:41 WIB

Kolaborasi dengan Bank Sampah BKM, SDN 01 Pulogebang Dorong Gerakan Go Green di Sekolah

17 Juni 2026 - 07:29 WIB

Trending di Pendidikan