TANGERANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI tidak pernah dilakukan melalui penawaran daring menggunakan tautan tidak resmi maupun media sosial. Perseroan memastikan bahwa setiap proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui petugas resmi dan diproses di kantor-kantor layanan BRI.
Regional CEO Region 08, Bapak Moh Suratin, menyampaikan bahwa maraknya penawaran KUR yang beredar melalui pesan singkat, tautan digital, hingga akun media sosial merupakan modus penipuan yang menyalahgunakan nama dan logo perusahaan.

“BRI tidak pernah menawarkan ataupun memproses pengajuan KUR secara daring melalui tautan tidak resmi, akun pribadi, maupun pihak yang tidak memiliki keterkaitan dengan BRI. Seluruh proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui unit kerja resmi dan diproses langsung oleh petugas resmi BRI,” tegas Suratin.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa masyarakat dapat mengakses layanan pengajuan KUR melalui Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI, AgenBRILink, maupun tenaga pemasar resmi yang tersebar di seluruh Indonesia.
BRI juga menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan KUR tidak dipungut biaya apa pun di awal. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap penawaran yang menjanjikan pencairan cepat namun dengan syarat-syarat yang tidak wajar atau meminta sejumlah uang di muka.
Selain itu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar tidak pernah memberikan data pribadi maupun data perbankan yang bersifat rahasia, seperti PIN, kata sandi, kode OTP, maupun data sensitif lainnya kepada pihak mana pun.
“Setiap permintaan data rahasia nasabah dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan. Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi yang telah ditentukan,” tambah Suratin.
Masyarakat disarankan untuk hanya memperoleh informasi terkini dan terpercaya melalui saluran resmi perusahaan seperti situs web resmi, akun media sosial terverifikasi, maupun menghubungi Contact BRI di nomor 14017 atau 1500017.
“Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan keamanan layanan perbankan, BRI terus memperkuat edukasi literasi keuangan dan kewaspadaan masyarakat, sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menindaklanjuti dan memutus rantai berbagai modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan,” pungkas Suratin.









