Jakarta – Aliansi Rakyat Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan lampu merah depan Rumah Sakit St. Carolus, Jalan Salemba Raya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (28/10). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya.
Berdasarkan laporan kepolisian, aksi tersebut diikuti sekitar 50 orang dengan penanggung jawab Riyadi dan Menuk Wulandari. Kegiatan pengamanan diawali dengan apel pelayanan aksi pada pukul 16.00 WIB.Dalam aksinya, massa membawa alat pengeras suara (toa) dan sejumlah spanduk berisi kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka. Beberapa spanduk memuat tulisan “Gibran Out”, “Gibran mundur”, serta tuntutan pemakzulan terhadap Gibran.

Selain itu, terdapat spanduk yang menyoroti persoalan moral, etika, integritas bangsa, dan pendidikan Indonesia. Massa juga menyampaikan kritik terkait persyaratan pencalonan wakil presiden.
Untuk mengamankan kegiatan tersebut, kepolisian mengerahkan 49 personel gabungan. Kekuatan pengamanan terdiri dari empat personel intelijen Polda Metro Jaya, 30 personel Dalmas Polres Bandara Soekarno-Hatta, enam personel Polsek Senen, serta sembilan personel polisi wanita (Polwan).
Petugas melakukan pelayanan dan pengamanan di sekitar lokasi aksi untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mengantisipasi gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.Dalam laporan yang disampaikan pada pukul 18.01 WIB, petugas menyebut kegiatan unjuk rasa di kawasan Salemba Raya telah selesai. Massa dilaporkan kembali ke rumah masing-masing, sementara situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)








