Jakarta – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu (GMJB) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Jalan Salemba Raya No. 28, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026) sore. Massa aksi menyuarakan dugaan ketidakwajaran anggaran dalam program Sekolah Rakyat serta dugaan pemborosan anggaran di lingkungan Kemensos.
Dalam aksi tersebut, sekitar 11 peserta aksi dipimpin oleh koordinator lapangan Luis Andika. Mereka membawa toa kecil dan membentangkan poster bertuliskan “Stop Bancakan Anggaran Kemensos!!! Usut Dugaan Markup!!”.

Massa mulai melakukan orasi sekitar pukul 15.42 WIB di depan pintu masuk utama Kemensos. Dalam orasinya, para peserta aksi menyoroti dugaan praktik penyimpangan dan markup anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp27 miliar.
“Agar setiap penggunaan uang negara dipertanggungjawabkan secara transparan dan tidak merugikan masyarakat kecil,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.
Selain itu, massa juga meminta aparat penegak hukum, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan Kemensos RI.
Situasi sempat memanas ketika pada pukul 16.02 WIB massa aksi menutup dua lajur jalan di depan pintu masuk Kementerian Sosial RI. Namun, beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 16.09 WIB, massa kembali ke depan gerbang Kemensos dan membuka kembali akses jalan.
Aksi unjuk rasa berakhir pada pukul 16.10 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Pengamanan kegiatan dipimpin Kapam Objek Kompol Widodo Saputro, S.H., M.H., dengan melibatkan sebanyak 28 personel pengamanan.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)









