Jakarta – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNUSIA Jakarta Timur menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Traffic Light (TL) Matraman, perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta Timur, Selasa (20/10).Aksi yang diikuti sekitar 17 orang tersebut dimulai pada pukul 17.45 WIB dan dipimpin oleh Al Bukhori. Massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, mulai dari penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional hingga desakan pemakzulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam aksinya, massa membawa spanduk dan pengeras suara atau toa untuk menyampaikan aspirasi. Mereka mendesak pemerintah pusat segera menetapkan karhutla di wilayah Kalimantan sebagai bencana nasional karena dinilai telah menimbulkan penderitaan bagi masyarakat terdampak.Selain persoalan karhutla, massa juga menyoroti sektor pendidikan. Mereka meminta pemerintah memprioritaskan pendidikan dalam kebijakan nasional.Berdasarkan kronologi kegiatan, massa mulai berorasi setibanya di lokasi sekitar pukul 17.45 WIB. Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 17.55 WIB, massa membakar satu ban sepeda motor bekas di lokasi aksi.

Dalam orasinya, massa mendesak pemerintah pusat segera menetapkan status bencana nasional atas karhutla di Kalimantan. Mereka juga menyampaikan tuntutan agar Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan apabila tidak memenuhi tuntutan yang disampaikan.Sekitar pukul 18.20 WIB, massa membacakan pernyataan sikap. Terdapat tiga tuntutan utama yang disampaikan, yakni penetapan karhutla sebagai bencana nasional, prioritas terhadap sektor pendidikan, serta desakan pemakzulan pasangan Prabowo-Gibran apabila tuntutan tersebut tidak dilaksanakan.
Satu menit setelah pembacaan pernyataan sikap, petugas kepolisian dari Polsek Senen dan Polsek Matraman melakukan pemadaman api menggunakan satu unit alat pemadam api ringan (APAR).Aksi Berlangsung Sekitar 38 Menit
Aksi unjuk rasa berakhir pada pukul 18.23 WIB. Setelah menyampaikan aspirasi dan membacakan pernyataan sikap, massa membubarkan diri dan kembali menuju kampus UNUSIA di wilayah Jakarta Timur.
Pengamanan kegiatan melibatkan delapan personel Polsek Senen di bawah pimpinan Iptu Eko Hidayat selaku Kanit Intelkam Polsek Senen, serta 11 personel Polsek Matraman di bawah pimpinan Kapolsek Matraman Kompol Agung.
Secara keseluruhan, aksi berlangsung sekitar 38 menit, terhitung sejak massa tiba di lokasi hingga membubarkan diri.Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa dalam menyikapi dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, dengan sorotan utama terhadap penanganan karhutla, kebijakan pendidikan, dan tuntutan politik terhadap pemerintah pusat.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)








