Belu – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad melalui Pos Salore menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Masterplan Menuju Desa Agribisnis Tulakadi yang Mandiri, Produktif, dan Berdaya Saing. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Selasa (14/7/2026).
FGD tersebut dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa Tulakadi, perangkat daerah Kabupaten Belu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta tokoh masyarakat dan warga setempat. Kegiatan ini bertujuan menyusun arah kebijakan dan strategi pengembangan Desa Tulakadi sebagai desa agribisnis yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.

Dalam kegiatan tersebut, Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad diwakili oleh Komandan Kompi (Danki) SSK 1, Kapten Arm Heri Purnomo, didampingi Komandan Pos (Danpos) Salore beserta dua personel.
Forum diskusi membahas berbagai langkah strategis dalam penyusunan masterplan pengembangan Desa Tulakadi, di antaranya penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal, peningkatan nilai tambah produk melalui pengolahan dan pemasaran, serta penerapan konsep One Village One Product (OVOP) sebagai upaya menciptakan produk unggulan desa yang memiliki daya saing.
Keikutsertaan Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad dalam kegiatan ini merupakan wujud sinergi TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah perbatasan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan Desa Tulakadi mampu berkembang menjadi desa agribisnis yang mandiri, produktif, dan berdaya saing sehingga dapat meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan RI–RDTL. (Penkostrad).
Autentikasi
Kapen Kostrad, Kolonel Arm Asep Hendra Budiana, S.H., M.M.









