Menu

Mode Gelap
 

TNI & Polri

Diskusi PMKRI-DPD RI Bahas Papua dan PSN di Hotel Acacia, Polisi Gelar Pengamanan dan Apel Kesiapan

badge-check

Diskusi PMKRI-DPD RI Bahas Papua dan PSN di Hotel Acacia, Polisi Gelar Pengamanan dan Apel Kesiapan Perbesar

Jakarta – Pengurus Pusat PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) bersama DPD RI menggelar forum diskusi bertajuk “Terjebak di Antara Dua Senjata: Eksploitasi Sipil dan Ruang Hidup Papua di Bawah Bayang-bayang PSN” di Ballroom Rose Hotel The Acacia, Jalan Kramat Raya No. 71, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 peserta tersebut membahas dinamika Papua, mulai dari konflik sosial hingga implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN). Peserta terdiri dari unsur mahasiswa, akademisi, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan organisasi Cipayung Plus.

Sebelum kegiatan dimulai, jajaran Polsek Senen menggelar apel kesiapan pengamanan pada pukul 10.00 WIB di lokasi acara. Apel dipimpin Wakapolsek Senen AKP Basuki Rahmat SH atas arahan Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro SH MH selaku Kapam Objek.

Apel digelar sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan maupun penolakan kegiatan oleh kelompok tertentu. Dalam pengamanan tersebut, personel Polsek Senen juga menyiapkan tiga tabung alat pemadam api ringan (APAR) sebagai bagian dari mitigasi keadaan darurat di lokasi kegiatan.

Forum diskusi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PMKRI. Ketua PP PMKRI, Susan F.M., dalam opening speech menyoroti kondisi Papua yang dinilai menghadapi tekanan ganda antara konflik dan pembangunan.

“Papua menghadapi dua tekanan yang saling memperkuat, yakni konflik bersenjata yang membatasi ruang aman warga sipil dan percepatan proyek strategis nasional yang sering berjalan tanpa konsultasi memadai dengan masyarakat adat,” ujar Susan.
Ia berharap pembangunan di Papua dapat dilakukan secara inklusif dengan melibatkan masyarakat setempat agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan warga.

Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, yang hadir mewakili Ketua DPD RI Dr (HC) Sultan Baktiar Najamuddin, menyampaikan bahwa DPD RI telah membentuk panitia khusus terkait Papua yang dijadwalkan mulai bekerja dalam waktu dekat.
Menurut Yorrys, pembentukan pansus tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, khususnya pemuda Papua.

“Papua adalah bagian dari perjalanan bangsa ini dan selayaknya dibangun secara bersama-sama oleh siapa pun yang memiliki niat baik,” kata Yorrys.
Dalam sesi paparan, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits B. Ramandey, memaparkan data terkait dinamika kekerasan di Papua selama beberapa tahun terakhir yang dinilai masih menjadi tantangan dalam penyelesaian persoalan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Abrosius Mulait dari Yayasan Pusaka Bentala Rakyat menyoroti dampak ekspansi perkebunan dan alih fungsi hutan terhadap ruang hidup masyarakat Papua.
Diskusi berlangsung melalui pemaparan materi, sesi tanya jawab, hingga perumusan rekomendasi kelompok sebelum ditutup pada sore hari.

Kegiatan berakhir pada pukul 16.15 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Pengamanan dilakukan oleh tujuh personel Polri di bawah kendali Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro SH MH. Hingga kegiatan selesai, tidak terdapat aksi kontra maupun penolakan terhadap forum diskusi tersebut.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

3 Anggota Polri Masuk Nominasi Kategori Polisi Berintegritas Hoegeng Awards 2026

31 Juli 2026 - 16:18 WIB

Polda Metro Jaya Kembalikan 67 Kendaraan kepada Pemilik yang Sah

31 Juli 2026 - 16:12 WIB

Kombes Pol Eko Budhi Purwono Raih Hoegeng Awards 2026 Kategori Polisi Berdedikasi Lewat Program Green Policing

31 Juli 2026 - 16:09 WIB

Brigadir Renita Rismayanti Raih Hoegeng Awards 2026 Kategori Polisi Inovatif Berkat Inovasi Digitalisasi Data Kriminal Misi PBB

31 Juli 2026 - 16:07 WIB

Polisi Dalami Kasus Meninggalnya S, Lima Saksi dan Rekaman CCTV Diperiksa

31 Juli 2026 - 16:01 WIB

Trending di TNI & Polri